Perkenankan saya menulis post mengenai salah satu hobi saya ini
Prologue
Di hari sabtu yang cuacanya tidak menentu, saya tiba di Kantong Kresek bersama dua teman saya. Langsung saja saya minta demo beberapa IEM seperti HiFiMAN RE0, Sunrise SW-Xcape, dan Fischer Audio DBA-02. Pertama demo RE0, langsung kecewa berat, bukan karena kualitas suaranya, namun karena demo unitnya hanya nyala yang sebelah kanan. Berikutnya coba Xcape, it’s a good IEM, tapi terkesan tidak ada point kuat/unggulan-nya. Setelah itu coba lagi DBA-02, dan ini IEM yg bener bener bikin WOW pas pertama kali dengar. Tentu bikin ngiler aja IEM ini, tapi harganya 2x lipat dari budget dan juga tidak ada stock barang (katanya sih mungkin akhir desember akan ada barang).
Kemudian karena penasaran dengan kualitas RE0, saya tetap coba bolak balik pakai 3 IEM itu secara bergantian dan mengira-ngira saja kualitas RE0 dari sebelah kuping.
Saya kagum dengan kualitas mid dan high dari DBA-02, jadi ketika A/B dengan Xcape, Xcape jadi terkesan biasa saja dan menurut saya high dari Xcape masih tidak sebebas DBA-02. Kemudian saya coba A/B DBA-02 dengan RE0, nah saya perkirakan bass RE0 memang agak kurang, tapi ketika saya putar lagu “I Move On (Sintel’s Song)” (performed by Helena Fix), saya rasa mid dan high DBA-02 bisa disaingi oleh RE0.
Jadi dengan setengah gambling, saya beli juga RE0
Oh iya saya beli FiiO L2 juga pada waktu itu, jadi untuk proses burn-in berikutnya, saya burn-in 2 komponen sekaligus.
Setelah beli, langsung tes lagi, dan kualitas mid dan high RE0 itu memang something special (especially for the price). Pertama kali dengar, high masih sedikit terlalu bright, dan bass memang kering, jadi tingkat kepuasan awal saya hanya sekitar 85%. Namun tunggu dulu! Sekarang ini tingkat kepuasan saya jadi 95%! Apa yang terjadi? Baca terus post ini 






