Pengunjung Digital Content Expo di Tokyo minggu lalu bisa menyaksikan pertunjukkan dansa yang menampilkan robot HRP-4C (buatan Kawada and AIST) dan 4 teman manusianya.
Pertunjukkan yang diberi nama “Dance Robot LIVE! – HRP-4C Cybernetic Human,” adalah hasil usaha selama setahun untuk mengajarkan robot humanoid ini untuk berdansa. Tarian ini diproduksi oleh penari / koreografer terkenal, SAM-san (anggota grup musik populer TRF yang telah bekerja dengan banyak artis terkenal seperti SMAP dan BoA), dan lagu yang dinyantikan secara lip-synced adalah versi Vocaloid dari lagu “Deatta Koro no Y? ni” oleh Kaori Mochida (Every Little Thing).
Pernikahan unik ini diadakan di sebuah restoran di Hibiya Park, Jepang, pada tanggal 16 Mei 2010 yang lalu. Pasangan yang berbahagia adalah Satoko Inoue, 36, yang bekerja pada Kokoro (perusahaan pencipta robot tersebut) dan suami barunya Tomohiro Shibata, 42, seorang profesor robotik di Institut Sains dan Teknologi Nara.
Menurut perusahaan Kokoro, ini adalah pernikahan yang pertama kalinya dipimpin oleh sebuah robot. Nama robot yang memimpin pernikahan tersebut adalah “I-Fairy”, sebuah robot setinggi 1.5 meter dengan mata yang bisa menyala dan rambut plastik.
Menurut Kayako Kido, seorang juru bicara dari Kokoro, robot dengan harga 6.3 juta yen ($68.000) ini sudah digunakan di tiga negara, yaitu Singapura, Amerika Serikat dan Jepang tentunya.
“Ini adalah hal yang menyenangkan, Saya rasa penduduk Jepang punya sebuah perasaan yang kuat bahwa robot adalah teman kita semua. Orang-orang yang berhubungan dengan industri robot hampir semua sudah mengerti akan hal ini, tetapi kebanyakan orang lainnya menginginkan robot di dekat mereka yang mempunyai fungsi-fungsi tertentu,” kata Satoko Inoue, sang penganti wanita.
“Akan lebih baik jika robot tersebut sudah lebih pintar, tetapi dia sangat baik dalam mengekspresikan dirinya,” tambah Tomoro Shibata, sang pengantin pria.
Ini adalah sebuah ilusi optik hasil karya Koukichi Sugihara, dari Institut Meiji, Jepang. Ilusi yang luar biasa ini menjadi juara pertama kompetisi “2010 Illusion of the Year”. Saksikan juga ilusi-ilusi dari 10 finalis lainnya di sini.
Festival Salju Sapporo tahun ini sudah dimulai sejak minggu lalu, menghadirkan ratusan pahatan salju di jalanan kota utama di utara Jepang ini. Festival ini akan berlangsung hingga 11 Februari nanti.
Kunjungi juga Pink Tentacle untuk melihat foto-foto dari festival ini.
Kamera ini dikembangkan oleh Institut Teknologi Nagoya dan tercatat oleh Guinness World Records sebagai kamera dengan lensa terbanyak di dunia. Kamera ini dibuat oleh profesor Yojiro Ishino dan murid-muridnya untuk merekam gambar dan meneliti pergerakan api yang menyala dari sebanyak mungkin sudut pandang.
Mereka membutuhkan waktu setengah tahun untuk menyelesaikan proyek ini.
Karya design menarik dari d-barcode. Barcode yang selama ini membosankan untuk dilihat, menjadi sesuatu yang menarik dan mendukung produk-produk yang bersangkutan.
Seniman Jepang Yanobe Kenji membangun sebuah kapal yang dilengkapi dengan naga penyembur api animatronik untuk festival Aqua Metropolis di Osaka.
Kapal yang diberi nama “Lucky Dragon,” ini terbuat dari aluminium dan mempunyai panjang 15-meter. Kapal ini dilengkapi dengan naga mekanik setinggi 7-meter yang leher dan sayapnya bisa digerakkan, bisa menyemburkan api dan air, juga mempunyai mata yang bisa menyala merah.